SISTEM REPRODUKSI SMP

Advertisement


Advertisement
Meski SMP kudu mengenal System ini karena kalau nggak ngerti prinsipnya dimain maini bisa gawat OK maka pelajari ya agar nggak gawat salam

Mengenal Sistem dan Alat Reproduksi Manusia
  • Manusia diciptakan oleh Tuhan berpasang-pasangan, ada laki-laki ada perempuan. Keduanya saling melengkapi untuk menghasilkan keturunan dan meneruskan kelangsungan hidup manusia. 
  • Laki-laki tidak bisa hidup di dunia sendirian, begitupun perempuan. Tidak dapat dibayangkan seandainya di dunia tidak ada laki-laki dan perempuan. Kelangsungan hidup spesies manusia tidak akan seperti sekarang. Manusia bisa berkembang biak melanjutkan keturunan karena memiliki kemampuan untuk bereproduksi serta memiliki organ-organ reproduksi. 
  • Dalam pelajaran Biologi di bangku sekolah telah sering diajarkan mengenai Sistem dan Alat Reproduksi itu. Namun tidak ada salahnya di sini kita bahas lagi mengenai hal tersebut.

Secara entomologis Reproduksi berasal dari kata re yang artinya kembali dan produksi yang artinya membuat atau menghasilkan. Jadi disini yang dimaksud dengan reproduksi adalah suatu proses kehidupan dalam menghasilkan keturunan demi kelestarian hidupnya. Sedangkan yang dimaksud dengan sitem reproduksi adalah sekelompok organ atau alat-alat tubuh yang berperanan dalam proses menghasilkan keturunan.

Sejak lahir manusia sudah dibekali oleh Tuhan dengan organ-organ yang berfungsi menghasilkan keturunan. Organ-organ tersebut berbeda antara organ perempuan dan laki-laki. Organ Reproduksi laki-laki meliputi : kantung zakar (scrotum), Buah zakar (testis), epididimis,saluran sperma, kantung semen, kelenjar prostat, uretra dan penis. Sedangkan Organ reproduksi wanita meliputi indung telur, fimbria, saluran telur, rahim, mulut rahim dan vagina. Organ-organ ini membentuk Sistem Reproduksi yang baru berfugsi saat kita organ-organ reproduksi ini matang yaitu saat masa pubertas.

Pubertas adalah masa dimana ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis dan pematangan fungsi  seksual. Ketika seorang anak mengalami pubertas maka ia dapat bereproduksi dan menghasilkan keturunan secara biologis.

Berikut adalah organ-organ reproduksi manusia antara lain :

Alat Reproduksi Laki-laki
  

Sistem reproduksi laki-laki berurutan dari dalam keluar terdiri dari 
  1. testis
  2. epididmis 
  3. vas deferens 
  4. vesika seminalis
  5. kelenjar prostat
  6. vas deferens : sperma jadi semen, 
  7. uretra, 
  8. penis 
  9. skrotum.

Skrotum (Kantung Zakar)

Merupakan kantung longgar yang tersusun atas kulit, fasia dan otot polos yang menopang testis diluar tubuh pada suhu optimum untuk produksi sperma.

Testis

Adalah organ lunak bebentuk oval dengan panjang 4-5 cm dan diameter 2,5 cm. Fungsinya untuk menghasilkan hormone testoteron dan sel spermatozoa.

Epididimis

Yaitu berupa tuba atau saluran yang panjangnya 4-6 meter yang fungsinya menyimpan sperma selama 6 minggu. Disini juga terjadi pematangan dan penyempurnaan sel sperma.

Vas Deferens

Kelanjutan dari epididimid berupa tuba lurus, mengandung pembuluh darah dan pembuluh limfa.

Duktus ejakulatorius

Merupakan tempat pertemuan pembesaran dibagian ujung vas deferens dan duktus dari vesika seminalis. Panjangnya 2 cm dan menembus kelenjar prostat untuk bergabung dengan uretra yang berasal dari kandung kemih.

Uretra

Merentang dari kandung kemih sampai ujung penis sebagai saluran sperma dan urine.

Vesika Seminalis

Berfungsi menghasilkan cairan kental kaya fruktosa yang berfungsi melindungi dan memberi nutrisi pada sperma, mempertahankan keasamannya, serta mengandung prostaglandin yang menyebabkan gerakan sperma lebih cepat sehingga sampai ke tuba falopi.

Kelenjar Prostat

Kelenjar prostat adalah organ beebentuk buah kemiri berukuran 4x3x2,5 cm dan berat kurang lebih 20 gram. Kelenjar prostat menghasilkan cairan basa yang menyerupai susu untuk menetralisir keasaman vagina saat bersenggama serta meningkatkan motilitas / kemampuan gerak sperma. Pada saat puber kelenjar ini mengalami perbesaran dan seiring bertambahnya usia, sehingga pada usia tujuh puluh tahunan dua pertiga laki-laki akan mengalami gangguan perkemihan akibat perbesaran kelenjar prostat.

Kelenjar bulbouretral

Adalah sepasang kelenjar kecil yang menyerupai kacang polong. Kelenjar ini menghasilkan cairan basa yang mengandung mucus ke dalam uretra penis untuk melumasi dan melindungi serta ditambahkan pada semen.

Penis

Penis adalah organ berbentuk saluran yang berfungsi sebagai tempat keluarnya kencing, sperma serta alat untuk berhubungan seksual. Penis bisa mengalami ereksi/ menegang dan mengeras terutama saat ada rangsangan seksual. Saat mengalami orgasme/ puncak kenikmatan seksual penis mengalami ejakulasi yaitu proses pengeluaran sperma saat terjadi orgasme


Alat Reproduksi Perempuan


Sistem reproduksi Perempuan terdiri dari Alat Reproduksi Luar dan Alat Reproduksi Dalam

Alat Reproduksi Perempuan Bagian Luar

Alat Reproduksi Wanita bagian luar terdiri dari :

Mons Pubis

Adalah daerah gundukan yang terletak di bawah pusar dan di atas vagina. Daerah ini terdiri dari jaringan lemak dan kulit. Bagian ini tertutupi oleh rambut yang tumbuh saat pubertas.

Bibir Mayor

Adalah dua lapisan kulit yang merentang ke bawah dari mons pubis. Organ ini analog dengan skrotum/kantong Zakar pada laki-laki.

Bibir Minor

Adalah lipatan kulit diantara bibir mayor, mengandung kelenjar minyak dan beberapa kelenjar keringat. Pertemuan lipatan-lipatan bibir minor dan dibawah klitoris disebut prepusium dan area di bawah klitoris disebut frenulum

Klitoris

Homolog dengan penis pada laki-laki, tetapi lebih kecil dan tidak memiliki mulut uretra. Klitoris terdiri dari dua akar dan satu batang  dan satu glands klitoris bundar yang banyak mengandung ujung saraf dan sangat sensitif. Klitoris juga mengalami ereksi saat ada rangsang seksual.

Vestibula

Vestibula merupakan daerah yang dikelilingi oleh bibir minor yang menutupi mulut uretra, mulut vagina, serta duktus kelenjar bartholin. Kelenjar bartholin homolog dengan kelenjar bulbouertra pada laki-laki, yang berfungsi menghasilkan cairan pelumas untuk vagina saat melakukan hubungan seksual.

Orifisium Uretra/mulut uretra

Merupakan jaln keluar urine/air kencing

Mulut Vagina

Mulut vagina terletak dibawah mulut uretra. Mulut vagian dilingkari oleh himen atau yang lazim dikenal sebagai selaput dara. Himen merupakan  jarinagn rapuh dan mudah robek. Himen memiliki lubang yang menjadi saluran tempat keluar lendir dan darah dari uterus saat menstruasi.

Perineum

Merupakan kulit antara pertemuan dua lipatan bibir mayor dengan anus


Alat reproduksi Perempauan Bagian Dalam
Terdiri atas 
  1. ovarium
  2. tuba faloppi
  3. uterus
  4. cervix
  5. vagina.


Ovarium atau indung telur

Ovarium adalah organ berbentuk kacang kenari dengan ukuran panjang 3-5 cm, lebar 2-3 cm dan tebal 1 cm. Terletak di kanan dan kiri. Fungsinya adalah untuk menghasilkan sel telur yang siap untuk pembuahan.

Tuba Faloppi

Merupakan organ berebentuk panjang yang berfungsi menerima dan mentransport sel telur ke rahim/uterus setelah Ovulasi. Ovulasi adalah proses pengeluaran sel telur yang sudah matang dan siap dibuahi dari ovarium menuju uterus. Tuba faloppi ini masing-masing terletak dikanan dan kiri menghubungkan ovarium dengan uterus. Pada 1/3 bagian dekat uterus biasanya adalah tempat terjadinya fertilisasi yaitu pertemuan antara sel sperma dan sel telur dan terjadi pembuahan.

Uterus atau Rahim

Uterus adalah organ tunggal yang berongga berbentuk seperti buah pir terbalik dengan ukuran normal/ tidak hamil sebesar  7 cm x 5 cm x 3 cm serta terdiri atas lapisan otot. Rahim adalah tempat terjadinya nidasi atau implantasi embrio yaitu tempat berkembangnya embrio atau sel telur yang sudah dibuahi sehingga matang dan siap dilahirkan. Seiring dengan usia kehamilan dan perkembangan janin maka ukuran rahim juga semakin membesar dan akan kembali normal beberapa hari setelah janin dilahirkan.

Vagina

Merupakan saluran yang terdiri dari lapisan otot yang berfingsi sebagai saluran / tempat masuknya sperma saat berhubungan seksual, saluran untuk pengeluaran janin serta saluran menstruasi. Vagina berhubungan dengan mulut rahim.


Organ-organ Reproduksi tersebut akan berfungsi saat pubertas.

NOTE

TRY OUT

  1. Sebutkan bagian-bagian organ reproduksi pria dan jelaskan fungsinya masing-masing!
  2. Jelaskan proses pembentukan sperma!
  3. Sebutkan bagian-bagian organ reproduksi dalam wanita dan jelaskan fungsinya masing-masing!
  4. Jelaskan secara singkat perkembangan zigot menjadi janin!
  5. Sebut dan jelaskan alat kontrasepsi yang bersifat mekanis!
  6. Jelaskan tiga kelenjar aksesoris pada organ reproduksi pria!
  7. Sebutkan perbedaan antara spermatogenesis dan oogenesis!
  8. Jelaskan horman yang berperan dalam proses oogenesis dan jelaskan fungsinya masing-masing!
  9. Jelaskan pengertian menstruasi dan opulasi! Bagaimana hubungan antara kedua proses tersebut?
  10. Siklus menstruasi terdiri dari tiga fase. Sebut dan jelaskan!
  11. Sebut dan jelaskan hormon yang berperan dalam kehamilan!
  12. Sebut dan jelaskan fungsi dari berbagai membran ektraembrionik!
  13. Apakan manfaat ASI dari aspek psikologi dan gizi?
  14. Bagaimana metode kontrasepsi permanen pada pria maupun wanita?
  15. Jelaskan masing-masing dua jenis penyakit pada sistem reproduksi pria dan wanita!

LATIHAN

1. Pernyataan yang benar mengenai  fungsi bagian-bagian alat reproduksi pria berikut adalah ….
Testis
Vas deference
Epididimis
A
Mentransfer sperma
Menghasilkan hormon
Menghasilkan sperma
B
Menghasilkan hormon
Menghasilkan sperma
Tempat penyimpanan sperma
C
Tenpat pematangan sperma
Mentranfer sperma
Menghasilkan sperma
D
Menghasilkan sperma
Tempat penyimpanan sperma
Tempat petangan sperma
E
Menghasilkan sperma
Mentransfer sperma
Tempat pematangan sperma


2. Bagian dari penis yang dihitan adalah ….
a. Korvus kovernosa
b. Testis
c. Prepotium
d. Skrotum
e. Korpus spongosium

3. Pada spermatogenesis terjadi beberapa kali pembelahan sel. Pada proses tersebut satu spermatogenium akan menghasilkan ….
a. 1 sperma
b. 2 sperma
c. 3 sperma
d. 4 sperma
e. 5 sperma

4. Pasangan pernyataan yang tidak sesuai adalah ….
a. Saluran sperma-tabung menggulung didalam testis
b. Skrotum- kantong kulit yang mengelilingi testis
c. Testis – memproduksi sperma
d. Penis – sekeliling uretra
e. Kelenjar prostat – memproduksi cairan semen

5. Alat kelamin pria yang meliputi bagian-bagian berikut:
1) Epididimis
2) Vasdeferens
3) Uretra
4) Saluran ejakulasi
Urutan saluran dari testis keluar adalah ….
a. 1), 2), 3), 4)
b. 1), 2), 4), 3)
c. 3), 2), 1), 4)
d. 4), 3), 1), 2)
e. 4), 1), 2), 3)

6. Perhatikan gambar berikut!


Tempat pertumbuhan embrio dan produksi ovum secara berurutan ditunjukan oleh nomor ….
a. 1 dan 2
b. 2 dan 1
c. 2 dan 3
d. 3 dan 1
e. 2 dan 5

7. Bagian yang selalu basah oleh lendir yang dihasilkan kelenjar bartholini adalah ….


a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5

8. Pemotongan organ no 1 disebut ….
a. Vasektomi
b. Implat
c. Tubektomi
d. Kontrasepsi
e. IUD

9. Selain menghasilkan ovum, ovarium juga dapat menghasilkan ….
a. Hormon estrogen dan hormon testosteron
b. Hormon estrogen dan hormon insulin
c. Hormon estrogen dan hormon progesteron
d. Hormon progesteron dan hormon prolaktin
e. Hormon testoteron dan hormon insulin

10. Berikut ini bukan penyebab luruhnya dinding endometrium adalah ….
a. Menurunnya HCG
b. Menurunnya FSH
c. Menurunnya estrogen
d. Menurunnya progesteron
e. Degradasi korpus luteum

11. Hormon yang berperan dalam fase praovulasi saat siklus menstruasi adalah hormon ….
a. FSH dan LH
b. Estrogen dan LH
c. FSH dan progesteron
d. Estrogen dan FSH
e. Estrogen dan progesteron

12. Saat ovum mengalami pembuahan, zigot yang dihasilkan akan berkembang dan menempel pada dinsing endoterium. Oleh karena itu, keberadaan endoterium harus dipertahankan selama kehamilan. Mekanisme hormonal yang berperan mempertahankan endoterium adalah ….
a. Kadar progesteron yang tinggi
b. Kadar estrogen yang tinggi
c. Kadar estrogen yang tinggi, progesteron rendah
d. Kadar estrogen rendah, progesteron tinggi
e. Kadar estrogen dan progesteron tinggi

13. Lapisan ektoderma yang terbentuk pada fase gastrula, pada tahap elanjutnya mengalami diferensiasi menjadi ….
a. Otot dan rangka
b. Kulit dan sistem saraf
c. Usus dan hati
d. Kulit dan otot
e. Jaringan ikat dan alat reproduksi

14. Selaput pembungkus embrio yang berfungsi memberi makan bagi embrio adalah ….
a. Amnion
b. Koroin
c. Allantois
d. Kantong kuning telur
e. Plasenta

15. Urutan perkembangan sel telur yang sudah dibuahi adalah ….
a. Zigot, morula, blastula, gastrula
b. Zigot, morula, gastrula, blastula
c. Zigot, blastula, morula, gastula
d. Zigot, gastrula, morula, blastula
e. Zigot, gastrula, blastula, morula

16. Sistem kerja kontrasepsi metode pil bertujuan untuk ….
a. Menghentikan kerja oviduk
b. Menghentikan produksi ovum di ovarium
c. Menghentikan siklus mentruasi pada wanita
d. Menghalangi implantasi zigot di uterus
e. Menghalangi terjadinya fertilisasi

17. Pernyataan tentang ASI di bawah ini benar, kecuali ….
a. ASI lebih steril
b. ASI mengandung antibodi
c. ASI bisa membunuh kuman
d. ASI lebih mahal
e. ASI meningkatkan kasih sayang antara ibu dan anak

18. Gangguan pada sistem reproduksi dengan gejala yang timbul adalah luka pada kemaluan, bintik atau bercak merah ditubuh, kelainan saraf, jantung, pembuluh saraf dan kulit disebut ….
a. Sifilis
b. Endometriosis
c. Gonorea
d. Herpes simpleks
e. Klamidia

19. Salah satu  teknologi yang menggebirakan bagi pasangan yang sukar memperoleh keturunan adalah ….
a. Amniosentesis
b. Bayi tabung
c. Kontrasepsi
d. Pencitraan ultrasound
e. Vasektomi

20. Taurin yang terkandung dalam ASI berfungsi dalam ….
a. Membantu pembentukan sel-sel yang optimal
b. Kekebalan tubuh
c. Melindungi bayi dari bakteri E.coli, Salmonera dan virus
d. Menunjang pertumbuhan bakteri :Lactobacillus bifidus yang menjaga flora usus bayi
e. Neurotransmitter dan proses pematangan otak

Ini agar lebih jelas Ye





TRY AGAIN

1. Di bawah ini adalah alat kelamin pria, kecuali ....
a. testis
b. penis
c. epididimis
d. serviks

2. Ovum yang diovulasikan ovarium akan ditangkap oleh ....
a. serviks
b. uterus
c. corpus luteum
d. fimbriae

3. Pada saat kehamilan, proses implantasi terjadi di ....
a. serviks
b. uterus
c. vagina
d. fimbriae

4. Proses pendewasaan sperma terjadi di ....
a. testis
b. penis
c. epididimis
d. vas deferens

5. Hormon pada pria adalah ....
a. estrogen
b. testosteron
c. progesteron
d. prolaktin

6. Hormon yang berfungsi untuk menjaga kehamilan adalah ....
a. FSH
b. progesteron
c. estrogen
d. prolaktin

7. Hormon yang merangsang terjadinya ovulasi adalah ....
a. FSH
b. estrogen
c. LH
d. progesteron

8. Hormon yang memacu spermatogenesis adalah ....
a. FSH
b. progesteron
c. testosteron
d. LH

9. Virus Human papiloma dapat menyebabkan penyakit ....
a. herpes
b. sifilis
c. gonnorhoe
d. condilloma accuminata

10. Treponema pallidum dapat menyebabkan penyakit ....
a. herpes
b. sifilis
c. gonnorhoe
d. condilloma accuminata


TRY AGAIN

1. The type of reproduction where two reproductive cells join to form one cell that grows into a new organism is:
A asexual
B sexual
C parthenogenesis

2. The time when teenage boys begin to produce sperm is called:
A menopause
B maleopause
C puberty

3. The human male gamete is the:
A egg
B sperm
C pollen grain

4. The male sex hormone is:
A oestrogen
B adrenaline
C testosterone

5. The sac containing the testes is the:
A scrotum
B seminal vesicle
C urethra

6. The vas deferens is also known as the:
A epididymis
B sperm duct
C prostate gland

7. The fluid containing sperm is:
A scrotum
B semen
C testosterone

8. The erection of the penis is caused by:
A the hinged movement of the penis bone
B the spongy cell within the penis filling with blood before sexual intercourse
C the filling of the penis with semen containing sperm

9. To protect sperm from slightly acidic vaginal secretions after sexual intercourse, semen is:
Aslightly alkaline
BpH neutral
Cvery acidic

10. The release of sperm during sexual intercourse is:
Aejaculation
Bspermatozoa
Cspermatogenesis

11. The male gonad is the:
Atestis
Btesticle
Cboth of the above

12. A secondary sexual characteristic of males is:
Adeep voice
Bpubic hair
Cboth of the above

13. Why does the scrotum hang outside the body?
Asperm formation
BpH regulation
Ctemperature regulation

14. In a healthy man, two substances that travel through the urethra at different times are:
Aurine and semen
Bsperm and semen
Cblood and urine

15. In the human male reproductive system, Cowper's gland produces fluid. The other two types of fluid-producing glands are:
Aprostate gland and seminal vesicles
Bprostrate glands and testicles

Curethra and testes

16. The time at which a young woman begins to mature and release eggs is:
A puberty
B menopause
C oestrus

17. The time when an older woman ceases to release eggs is:
A puberty
B womenopause
C menopause

18. Another name for the womb is the:
A testis
B uterus
C ovary

19. The female gonad is the:
A ovary
B uterus
C cervix

20. The oviduct is also known as the:
A uterus
B fallopian tube
C vagina

21. Conception or fertilisation occurs in the:
A ovary
B fallopian tube
C vagina

22. The female gamete is the:
A ovum
B egg
C both of the above

23. Days 1 to 5 of the menstrual cycle are known as:
A ovulation
B menstruation
C implantation

24. The time at which an ovum is released from the ovary is called:
Amenstruation
Bmenopause
Covulation

25. The main female sex hormones are:
Ainsulin and glucagon
Btestosterone and adrenaline
Coestrogen and progesterone

26. The average gestation period of a human is:
A50 weeks
B40 weeks
C30 weeks

27. One of the secondary sexual characteristics of a female human is the:
Adevelopment of wider hips
Brelease of ova
Clarger vocal cords

28. In order, the organs through which an egg travels in a woman who is not pregnant are:
Aovary, womb, cervix, vagina
Bovary, fallopian tube, uterus, cervix, vagina
Cuterus, womb, ovary, vagina, oviduct

29. The processes in correct chronological order are:
Aconception, sexual intercourse, ovulation, zygote, foetus, birth
Bovulation, sexual intercourse, fertilisation, implantation of zygote, birth
Csexual intercourse, conception, development of placenta and umbilical cord, birth, formation of zygote

30. In order, the numbers of chromosomes in an ovum, a sperm cell, a zygote and a normal body cell are:
A46, 23, 46, 23
B23, 23, 46, 46
C46, 46, 23, 23


BELAJAR SAMBIL NYOPIR

NOTE KELAINAN PENYAKIT REPRODUKSI



Kelainan pada sistem reproduksi manusia






1. Penyakit Kencing Nanah / Gonore
Definisi
Gonore adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum dan tenggorokan atau bagian putih mata (konjungtiva). Gonore bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendian. Pada wanita, gonore bisa naik ke saluran kelamin dan menginfeksi selaput di dalam panggul sehingga timbul nyeri panggul dan gangguan reproduksi. Penyebab utama penyakit ini adalah bakteri Neisseria gonorrhoeae.

Gejala

Gejala pada penderita pria biasanya timbul dalam waktu 2-7 hari setelah terinfeksi. Mulanya penderita tidak enak pada uretra, yang beberapa jam kemudian diikuti oleh nyeri ketika berkemih dan keluarnya nanah dari penis. Penderita sering berkemih dan merasakan desakan untuk berkemih, yang semakin memburuk ketika penyakit ini menyebar ke uretra bagian atas. Lubang penis tampak merah dan membengkak.


Pada penderita wanita, gejala awal bisa timbul dalam waktu 7-21 hari setelah terinfeksi. Penderita wanita seringkali tidak menunjukkan gejala selama beberapa minggu atau bulan, dan diketahui menderita penyakit ini hanya setelah mitra seksualnya tertular. Jika timbul gejala, biasanya bersifat ringan. Tetapi beberapa penderita menunjukkan gejala yang berat, seperti desakan untuk berkemih, nyeri ketika berkemih, keluarnya cairan dari vagina dan demam.


Penyebab


Penyebab penyakit Kencing nanah diantaranya :


A. Hubungan seksual melalui mulut (oral sex) dengan seorang penderita gonore biasanya akan menyebabkan gonore pada tenggorokan (faringitis gonokokal). Umumnya infeksi tersebut tidak menimbulkan gejala, namun kadang-kadang menyebabkan nyeri tenggorokan dan gangguan untuk menelan.


B. Hubungan seksual yang sembarangan. Wanita Lesbi dan pria homoseksual yang melakukan hubungan seks melalui anus (anal sex) dapat menderita gonore pada rektumnya. Penderita akan merasakan tidak nyaman di sekitar anusnya dan dari rektumnya keluar cairan. Daerah di sekitar anus tampak merah dan kasar, serta tinjanya terbungkus oleh lendir dan nanah.


Pengobatan
Pengobatan gonore biasanya dengan suntikan tunggal seftriakson intramuskuler (melalui otot) atau dengan pemberian antibiotik per-oral (melalui mulut) selama 1 minggu (biasanya diberikan doksisiklin). Jika gonore telah menyebar melalui aliran darah, biasanya penderita dirawat di rumah sakit dan mendapatkan antibiotik intravena (melalui pembuluh darah, infus).


Mencegah


Satu-satunya cara untuk mencegah penyakit gonore ini adalah menghindari gaya hidup seks bebas dan selalu setia kepada pasangan. Dengan melakukan seks bebas, kita bisa dengan mudah tertutar penyakit gonore ini. Oleh karena itu itu, untuk memutus rantai penyakit gonore ini, kita tidak berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seksual. Karena kita tidak pernah tahu seseorang tersebut menderita penyakit gonore maupun penyakit menular seksual yang lainnya.

2. Kanker Penis

DEFINISI
Kanker Penis adalah keganasan pada penis.

PENYEBAB
Diduga penyebabnya adalah smegma (cairan berbau yang menyerupai keju, yang terdapat di bawah kulit depan glans penis). Tetapi penyebabnya yang pasti tidak diketahui. Pria tidak disunat yang tidak menjaga kebersihan daerah di bawah kulit depan glans penis dan pria yang pernah menderita herpes genitalis memiliki resiko tinggi menderita kanker penis.

GEJALA
Gejalanya berupa :
- Luka pada penis,
- Luka terbuka pada penis,
- Nyeri penis dan perdarahan dari penis (pada stadium lanjut).

PENGOBATAN
Pengobatan kanker penis bervariasi, tergandung kepada lokasi dan beratnya tumor:

Kemoterapi
Kemoterapi bisa dilakukan sebagai tambahan terhadap pengangkatan tumor.

Pembedahan
Jika tumornya terbatas pada daerah kecil di ujung penis, dilakukan penektomi parsial (pengangkatan sebagian kecil penis). Untuk stadium lanjut dilakukan penektomi total disertai uretrostomi (pembuatan lubang uretra yang baru di daerah perineum).

Terapi Penyinaran
Terapi penyinaran dilakukan setelah pengangkatan tumor yang terlokalisir dan tumor yang belum menyebar. Efek samping dari terapi penyinaran adalah nafsu makan berkurang, lelah, reaksi kulit (misalnya iritasi dan kemerahan), cedera atau luka bakar pada rektum, sistitis dan hematuria. Penyinaran biasanya dilakukan sebanyak 5 kali/minggu selama 6-8 minggu.


3. Herpes Genitalis

Definisi
Herpes Genetalis adalah infeksi atau peradangan (gelembung lecet) pada kulit terutama di bagian kelamin (vagina, penis, termasuk dubur/anus serta pantat dan pangkal paha/selangkangan) yang disebabkan virus herpes simplex (VHS).
Laki-laki yang tidak sunat, lebih berisiko terkena penyakit herpes genitalis dibandingkan lelaki yang disunat. Lelaki yang tidak disunat selaput lendirnya tipis. Sedangkan kalau sudah disunat selaput lendirnya tebal, menjadi kulit biasa, sehingga relatif lebih sulit tertular.
Gejala
Gejala awalnya mulai timbul pada hari ke 4-7 setelah terinfeksi berupa gatal, kesemutann dan sakit. Lalu muncul bercak kemerahan kecil, diikuti sekumpulan lepuhan kecil terasa nyeri. Lepuhan ini pecah dan bergabung membentuk luka melingkar. Luka yang biasanya menimbulkan nyeri dan membentuk keropeng. Selain itu, penderita mengalami kesulitan berkemih dan ketika berjalan akan timbul nyeri. Luka baru akan membaik dalam waktu 10 hari tetapi bisa meninggalkan jaringan parut.
Gejala lain berupa kelenjar getah bening selangkangan biasanya agak membesar.
Gejala awal ini sifatnya lebih nyeri, lebih lama dan lebih meluas dibandingkan gejala berikutnya dan terkadang disertai dengan demam dan tidak enak badan.
Pada pria, lepuhan dan luka bisa terbentuk di setiap bagian penis, termasuk kulit depan pada penis yang tidak disunat. Pada wanita, lepuhan dan luka bisa terbentuk di vulva dan leher rahim. Jika penderita melakukan hubungan seksual melalui anus, maka lepuhan dan luka bisa terbentuk di sekitar anus atau di dalam rektum.
Pada penderita gangguan sistem kekebalan (misalnya penderita infeksi HIV), luka herpes bisa sangat berat, menyebar ke bagian tubuh lainnya, menetap selama beberapa minggu atau lebih dan resisten terhadap pengobatan dengan asiklovir.
Gejala-gejalanya cenderung kambuh kembali di daerah yang sama atau di sekitarnya, karena virus menetap di saraf panggul terdekat dan kembali aktif untuk kembali menginfeksi kulit.
Pengobatan
Tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan herpes genitalis. Tetapi pengobatan bisa memperpendek lamanya serangan. Jumlah serangan bisa dikurangi dengan terus menerus mengkonsumsi obat anti-virus dosis rendah. Pengobatan akan efektif jika dimulai sedini mungkin, biasanya 2 hari setelah timbulnya gejala.
Pengobatan ditujukan untuk mengurangi jumlah virus yang hidup di dalam luka sehingga mengurangi resiko penularan. Tujuan lain, meringankan gejala pada fase awal.


PENCEGAHAN


Hingga saat ini tidak ada satupun bahan yang efektif mencegah HSV. Kondom dapat menurunkan transmisi penyakit, tetapi penularan masih dapat terjadi pada daerah yang tidak tertutup kondom ketika terjadi ekskresi virus. Spermatisida yang berisi surfaktan nonoxynol-9 menyebabkan HSV menjadi inaktif secara invitro. Di samping itu yang terbaik, jangan melakukan kontak oral genital pada keadaan dimana ada gejala atau ditemukan herpes oral.


Mendeteksi kasus yang tidak diterapi, baik simtomatik atau asimptomatik.

Mendidik seseorang yang berisiko tinggi untuk mendapatkan herpes genitalis dan PMS lainnya untuk mengurangi transmisi penularan.


Mendiagnosis, konsul dan mengobati individu yang terinfeksi dan follow up dengan tepat.


Evaluasi, konsul dan mengobati pasangan seksual dari individu yang terinfeksi.


Skrining disertai diagnosis dini, konseling dan pengobatan sangat berperan dalam pencegahan.

4. Penyakit Kanker Payudara

DEFINISI
Kanker Payudara adalah suatu penyakit dimana terjadi pertumbuhan berlebihan atau perkembangan tidak terkontrol dari sel-sel (jaringan) payudara, Hal ini bisa terjadi terhadap wanita maupun pria. Dari seluruh penjuru dunia, penyakir kanker payudara (Breast Cancer/Carcinoma mammae) diberitakan sebagai salah satu penyakit kanker yang menyebabkan kematian nomer lima (5) setelah; kaker paru, kanker rahim, kanker hati dan kanker usus.

PENYEBAB
faktor resiko penyebab kanker payudara:
- Tidak memiliki anak atau hamil di usia tua
Wanita yang tidak memiliki anak atau memiliki anak pertama diatas usia 30 tahun memiliki resiko terkena kanker payudara sedikit lebih tinggi daripada yang bukan.
- Menggunakan Pil KB
Studi menemukan bahwa wanita yang menggunakan pil KB dalam jangka panjang memiliki resiko agak lebih besar terkena kanker payudara daripada yang bukan.
- Menggunakan Terapi Hormon pasca Menopause
Penggunaan kombinasi hormone (PHT) dapat meningkatkan resiko terkena kanker payudara maupun resiko kematian akibat kanker payudara tersebut. Peningkatan resiko ini dapat terjadi secepat 2 tahun sesudah penggunaan terapi hormone tersebut.
- Tidak Menyusui Anak
Beberapa studi menemukan bahwa menyusui anak dalam jangka panjang (1.5-2 tahun), terutama dapat agak menurunkan resiko terkena kanker payudara. Penjelasan yang mungkin adalah karena menyusui menurunkan jumlah total siklus menstruasi wanita.
- Alkohol
Penggunaan minuman berallohol amat jelas terkait dengan meningkatnya resiko terkena kanker payudara. Resiko semakin meningkat dengan jumlah alkohol yang dikonsumsi.
- Obesitas atau Kelebihan Berat Badan
Kelebihan berat badan atau obesitas ditemukan dapat meningkatkan resiko terkena kanker payudara, terutama bagi perempuan paska menopause.
- Kurangnya Aktivitas Fisik
Kurang berolahraga dapat meningkatkan resiko kanker payudara.

GEJALA
Gejala paling umum kanker payudara adalah benjolan atau massa baru. Benjolan yang tidak menyakitkan, keras, dan memiliki batas tepi tidak merata lebih cenderung kanker. Tetapi beberapa kanker lunak, lembut, dan bulat. Jadi, penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter bila Anda menemukan sesuatu gejala yang tidak biasa di payudara Anda.
Tanda-tanda lain dari kanker payudara adalah sebagai berikut:
- Bengkak pada seluruh atau sebagian payudara
- Kulit iritasi
- Payudara terasa nyeri
- Puting susu nyeri atau putting melesak ke dalam
- Kulit pada payudara atau putting susu berwarna : kemerahan, kulit bersisik, atau menebal
- Keluarnya cairan/darah dari puting (selain ASI)
Kadang-kadang kanker payudara dapat menyebar ke kelenjar getah bening di bawah lengan dan menyebabkan benjolan atau pembengkakan di daerah ketiak, bahkan sebelum tumor/benjolan pada payudara jelas terlihat/teraba.

PENGOBATAN
Penanganan dan pengobatan penyakit kanker payudara tergantung dari tipe dan stadium yang dialami penderita. Umumnya seseorang baru diketahui menderita penyakit kanker payudara setelah menginjak stadiun lanjut yang cukup parah, hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan atau rasa malu sehingga terlambat untuk diperiksakan kedokter atas kelainan yang dihadapinya.

1. Pembedahan, Pada kanker payudara yang diketahui sejak dini maka pembedahan adalah tindakan yang tepat. Dokter akan mengangkat benjolan serta area kecil sekitarnya yang lalu menggantikannya dengan jaringan otot lain (lumpectomy). Secara garis besar, ada 3 tindakan pembedahan atau operasi kanker payudara diantaranya;
- Radical Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan sebagian dari payudara (lumpectomy). Operasi ini selalu diikuti dengan pemberian radioterapi. Biasanya lumpectomy direkomendasikan pada pasien yang besar tumornya kurang dari 2 cm dan letaknya di pinggir payudara.
- Total Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara saja, tetapi bukan kelenjar di ketiak.
- Modified Radical Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara, jaringan payudara di tulang dada, tulang selangka dan tulang iga, serta benjolan di sekitar ketiak.

2. Radiotherapy (Penyinaran/radiasi), yaitu proses penyinaran pada daerah yang terkena kanker dengan menggunakan sinar X dan sinar gamma yang bertujuan membunuh sel kanker yang masih tersisa di payudara setelah operasi. Tindakan ini mempunyai efek kurang baik seperti tubuh menjadi lemah, nafsu makan berkurang, warna kulit di sekitar payudara menjadi hitam, serta Hb dan leukosit cenderung menurun sebagai akibat dari radiasi.

3. Therapy Hormon, hal ini dikenal sebagai 'Therapy anti-estrogen' yang system kerjanya memblock kemampuan hormon estrogen yang ada dalam menstimulus perkembangan kanker pada payudara.

4. Chemotherapy, Ini merupakan proses pemberian obat-obatan anti kanker dalam bentuk pil cair atau kapsul atau melalui infus yang bertujuan membunuh sel kanker. Sistem ini diharapkan mencapai target pada pengobatan kanker yang kemungkinan telah menyebar kebagian tubuh lainnya. Dampak dari kemoterapy adalah pasien mengalami mual dan muntah serta rambut rontok karena pengaruh obat-obatan yang diberikan pada saat kemoterapi.

5. Pengobatan Herceptin, adalah therapy biological yang dikenal efektif melawan HER2-positive pada wanita yang mengalami kanker payudara stadium II, III dan IV dengan penyebaran sel kankernya.


PENCEGAHAN
Bagi anda yang merasakan ada hal yang tampak berbeda pada payudara, segeralah memeriksakannya ke dokter jangan sampai terlambat. Misalnya adanya pembesaran sebelah, adanya benjolan disekitar payudara, nyeri terus menerus pada puting susu dan sebagainya seperti pada keterangan tanda dan gejala payudara di atas.

Tindakan lain yang bisa anda lakukan adalah Hindari kegemukan, Kurangi makan lemak, Usahakan banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan C, jangan terlalu banyak makan makanan yang diasinkan dan diasap, olahraga secara teratur, dan Check-up payudara sejak usia 30 tahun secara teratur.


5. Penyakit AIDS


DEFINISI
AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Penyakit AIDS yaitu suatu penyakit yang ditimbulkan sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) di dalam tubuh manusia, yang mana virus ini menyerang sel darah putih (sel CD4) sehingga mengakibatkan rusaknya sistem kekebalan tubuh. Hilangnya atau berkurangnya daya tahan tubuh membuat si penderita mudah sekali terjangkit berbagai macam penyakit termasuk penyakit ringan sekalipun.

Virus HIV menyerang sel CD4 dan menjadikannya tempat berkembang biak Virus HIV baru, kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sebagaimana kita ketahui, bahwa sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka ketika tubuh kita diserang penyakit, tubuh kita lemah dan tidak berupaya melawan jangkitan penyakit tersebut dan akibatnya kita dapat meninggal dunia meski terkena influenza atau pilek biasa.

Ketika tubuh manusia terkena virus HIV maka tidaklah langsung menyebabkan atau menderita penyakit AIDS, melainkan diperlukan waktu yang cukup lama bahkan bertahun-tahun bagi virus HIV untuk menyebabkan AIDS atau HIV positif yang mematikan.


PENULARAN
Cara Penularan virus HIV AIDS:


Melalui darah. misalnya; Transfusi darah, terkena darah HIV+ pada kulit yang terluka, jarum suntik, dsb.


Melalui cairan semen, air mani (sperma atau peju Pria). Misalnya; seorang Pria berhubungan badan dengan pasangannya tanpa menggunakan kondom atau pengaman lainnya, oral sex, dsb.


Melalui cairan vagina pada Wanita. Misalnya; Wanita yang berhubungan badan tanpa pengaman, pinjam-meminjam alat bantu seks, oral seks, dsb.


Melalui Air Susu Ibu (ASI). Misalnya ; Bayi meminum ASI dari wanita HIV+, Pria meminum susu ASI pasangannya, dsb.


Adapun cairan tubuh yang tidak mengandung Virus HIV pada penderita HIV+ antara lain Saliva (air liur atau air ludah), Feses (kotoran atau tinja), Air mata, Air keringat serta Urine (Air seni atau air kencing).


GEJALA
Seseorang yang terkena virus HIV pada awal permulaan umumnya tidak memberikan tanda dan gejala yang khas, penderita hanya mengalami demam selama 3 sampai 6 minggu tergantung daya tahan tubuh saat mendapat kontak virus HIV tersebut. Setelah kondisi membaik, orang yang terkena virus HIV akan tetap sehat dalam beberapa tahun dan perlahan kekebelan tubuhnya menurun/lemah hingga jatuh sakit karena serangan demam yang berulang.

Satu cara untuk mendapat kepastian adalah dengan menjalani Uji Antibodi HIV terutamanya jika seseorang merasa telah melakukan aktivitas yang beresiko terkena virus HIV.

Adapun tanda dan gejala yang tampak pada penderita penyakit AIDS diantaranya adalah seperti dibawah ini :


Saluran pernafasan.
Penderita mengalami nafas pendek, henti nafas sejenak, batuk, nyeri dada dan demam seperti terserang infeksi virus lainnya (Pneumonia). Tidak jarang diagnosa pada stadium awal penyakit HIV AIDS diduga sebagai TBC.


Saluran Pencernaan.
Penderita penyakit AIDS menampakkan tanda dan gejala seperti hilangnya nafsu makan, mual, dan muntah. Kerap mengalami penyakit jamur pada rongga mulut dan kerongkongan, serta mengalami diarhea yang kronik.


Berat badan tubuh.
Penderita mengalami hal yang disebut juga wasting syndrome, yaitu kehilangan berat badan tubuh hingga 10% di bawah normal karena gangguan pada sistem protein dan energi di dalam tubuh seperti yang dikenal sebagai Malnutrisi termasuk juga karena gangguan absorbsi/penyerapan makanan pada sistem pencernaan yang mengakibatkan diarhea kronik, kondisi letih, dan lemah kurang bertenaga.


Sistem Persyarafan.
Terjadinya gangguan pada persyarafan central yang mengakibatkan kurang ingatan, sakit kepala, susah berkonsentrasi, sering tampak kebingungan, dan respon anggota gerak melambat. Pada sistem persyarafan ujung (Peripheral) akan menimbulkan nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki, reflek tendon yang kurang, selalu mengalami tensi darah rendah, dan impoten.


System Integument (Jaringan kulit).
Penderita mengalami serangan virus cacar air (herpes simplex) atau cacar api (herpes zoster), dan berbagai macam penyakit kulit yang menimbulkan rasa nyeri pada jaringan kulit. Lainnya adalah mengalami infeksi jaringan rambut pada kulit (folliculities), kulit kering berbercak (kulit lapisan luar retak-retak) serta eczema atau psoriasis.


Saluran kemih dan Reproduksi pada wanita.
Penderita seringkali mengalami penyakit jamur pada vagina, hal ini sebagai tanda awal terinfeksi virus HIV. Luka pada saluran kemih, menderita penyakit syphillis dan dibandingkan pria maka wanita lebih banyak jumlahnya yang menderita penyakit cacar. Lainnya adalah penderita AIDS wanita banyak yang mengalami peradangan rongga (tulang) pelvic dikenal sebagai istilah 'pelvic inflammatory disease (PID)' dan mengalami masa haid yang tidak teratur (abnormal).



PENANGANAN / PENGOBATAN
Kendatipun dari berbagai negara terus melakukan penelitian dalam mengatasi HIV AIDS, namun hingga saat ini penyakit AIDS tidak ada obatnya termasuk serum maupun vaksin yang dapat menyembuhkan manusia dari Virus HIV penyebab penyakit AIDS. Adapun tujuan pemberian obat-obatan pada penderita AIDS adalah untuk membantu memperbaiki daya tahan tubuh, meningkatkan kualitas hidup bagi meraka yang diketahui terserang virus HIV dalam upaya mengurangi angka kelahiran dan kematian.

Kita semua diharapkan untuk tidak mengucilkan dan menjauhi penderita HIV karena mereka membutuhkan bantuan dan dukungan agar bisa melanjutkan hidup tanpa banyak beban dan berpulang ke rahmatullah dengan ikhlas.

6. Non-gonococcal urethritis (NGU)

Definisi

Non-gonococcal urethritis (NGU) adalah peradangan pada saluran kencing yang tidak disebabkan oleh infeksi gonorrhea. Untuk keperluan pengobatan, dokter biasanya mengklasifikasikan urethritis menular dalam dua kategori: gonococcocal urethritis, yang disebabkan oleh gohneria; dan non-gonococcal urethritis (NGU).

Penyebab


Bakteri : Chlamydia trachomatis, Ureaplasma urealyticum, Haemophilus vaginalis, dan Mycoplasma genitalium.

Viral : Herpes simpleks (langka), Adenovirus.

Parasit : Parasit Trichomonas vaginalis (langka).


Noninfectious : Cedera mekanis (dari urinary catheter atau cystoscope), iritasi akibat bahan kimia tertentu (antiseptik atau spermicide (suatu substansi yang bisa membunuh sperma)).


Gejala
Gejala urethritis dapat berupa rasa sakit atau sensasi terbakar setelah kencing (dysuria), keluarnya cairan putih/keruh dari urinari dan perasaan ingin selalu kencing. Untuk laki-laki, gejalanya berupa keluarnya cairan yang tidak biasa dari penis, rasa terbakar atau perih ketika kencing, gatal, iritasi, atau kesakitan, dan pada celana dalam bagian depan dapat dijumpai noda. Pada Perempuan, gejalanya berupa keluarnya cairan yang tidak biasa dari vagina, rasa terbakar atau perih ketika kencing, dan infeksi anal atau mulut. Sakit abdominal (di sekitar perut) dan pendarahan vagina yang abnormal mungkin merupakan indikasi bahwa infeksi telah berkembang menjadi Pelvic Inflammatory Disease (peradangan pada sekitar rahim).


Namun demikian, kadang-kadang NGU tidak menunjukkan gejala (khususnya pada perempuan).


Pencegahan
Penggunaan kondom (latex condom) yang konsisten dan benar, sangat mengurangi kemungkinan penularan NGU.


Pengobatan
Pengobatan didasarkan pada resep dan penentuan antibiotik yang tepat tergantung pada strain dari ureaplasma.


Karena ini merupakan multi-kausatif alamiah, awal pengobatan/terapi menggunakan strategi melibatkan berbagai antibiotik yang efektif terhadap Chlamydia (seperti doxycycline). Adalah penting dalam pengobatan ini juga melibatkan pasangan seksual (ikut diobati juga). Perempuan yang terinfeksi organisme yang menyebabkan NGU dapat mengembangkan pelvic inflammatory disease. Jika gejala berlanjut, tindak lanjut dengan urologist mungkin diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Jika tidak diobati, komplikasi dapat berupa epididymitis infertility (kemandulan).

7. Pembesaran Prostat Jinak (Hipertrofi Prostat)

Definisi
Prostat adalah kelenjar yang hanya ditemukan pada kaum pria. Letaknya persis di bawah kandung kencing (bladder) dan membungkus saluran kencing (urethra). Fungsi kelenjar ini adalah memproduksi cairan prostat. Cairan ini berwarna keruh dan mengandung sumber makanan bagi sperma.

Gejala

Seiring dengan bertambahnya usia, kelenjar prostat akan terus membesar. Pada sebagian pria, pembesaran ini cukup signifikan sehingga menekan saluran kencing (urethra) yang diselubunginya. Akibatnya, diameter saluran kencing akan mengecil, atau bahkan tersumbat sama sekali. Hal inilah yang menjadi penyebab timbulnya gejala yang dirasakan penderita. Gejala-gejala tersebut antara lain :


Sulit untuk mulai berkemih.

Aliran kemih lemah, dan kadang-kadang terhenti.

Kencing menetes sebelum dan setelah berkemih.

Sering merasa sangat ingin berkemih.

Sering bangun di malam hari untuk berkemih.

Rasa tidak puas setelah berkemih, terasa kandung kemih masih ada isinya tetapi sudah tidak bisa dikeluarkan lagi.

Kadang-kadang pembesaran kelenjar prostat akan memicu timbulnya komplikasi berupa infeksi saluran kemih, batu saluran kemih, kencing keluar darah, dan gangguan fungsi ginjal.


Tetapi perlu diingat, jika Anda atau seseorang mengalami gejala seperti di atas, tidak dapat dengan serta merta dikatakan orang tersebut menderita pembesaran kelenjar prostat. Banyak gangguan atau penyakit yang memberikan gejala yang hampir sama. Oleh karena itu, sebelum diagnosis pembesaran kelenjar prostat jinak ditegakkan, maka serangkaian pemeriksaan harus dilakukan, antara lain colok dubur, analisis urin, uji PSA (prostatic specific antigen), biopsi, dll.


Gangguan yang sering memberikan gejala mirip pembesaran prostat antara lain batu kandung kemih, infeksi saluran kencing, gagal jantung, diabetes, stroke, gangguan persarafan, peradangan prostat, kanker prostat, jaringan parut pada saluran kencing, dll.

Pengobatan

Sebagian besar pembesaran prostat tidak memberikan gejala atau hanya bergejala ringan, sehingga tidak membutuhkan pengobatan. Walaupun demikian, perlu dilakukan pengecekan rutin terhadap kondisi prostat.

Ada dua golongan obat yang digunakan untuk mengurangi pembesaran prostat, yaitu golongan alpha blocker dan golongan 5-alpha-reductase inhibitor. Obat ini dapat diberikan sendiri-sendiri maupun kombinasi, tergantung keparahan gangguan.

8. Penyakit Impotensi
definisi

Impotensi adalah suatu keadaan dimana penis tidak dapat memulai ereksi dan mempertahankan ereksi. lalu apa itu ereksi? ereksi adalah suatu keadaan membesar dan menegangnya penis. dan konon katanya Penis seseorang yang sedang ereksi adalah menjadi simbol kesuburan.

Penyebab dan Gejala
Penyebab impotensi diantaranya :
Kelainan pembuluh darah
Kelainan persarafan
Obat-obatan
Cedera
Kelainan pada penis
Masalah psikis yang mempengaruhi gairah seksual.
Dan penyakit yang juga bisa menyebabkan impotensi diantaranya :
Diabetes melitus
Sklerosis multipel
Stroke


Penyakit tulang belakang bagian bawah

Pembedahan rektum atau prostat.

Gejala yang akan dirasakan oleh para penderita Impotensi yaitu penderita tidak dapat memulai dan mempertahankan ereksi.


Cara Mengatasi Impotensi


cara mengatasi atau mengobati impotensi.
1. Jalani Gaya Hidup Sehat
Anda bisa memulai dengan menghindari perilaku yang membuka jalan ke sana.
Menyadari diabetes mellitus dan kolesterol berbahaya, kontrol glukosa
darah dan kolesterol Anda. Sebagai penderita diabetes mellitus, Anda
harus tahu kalau kegiatan melelahkan seperti seks dapat memperburuk
kadar gula darah dan membuat Anda sakit. Karena itu pastikan tangki
Anda full sebelum dan sesudah berhubungan seks.
Jauhi rokok. Jangan pula bermain-main dengan narkoba. Bila Anda termasuk
social drinker sehingga harus tetap meminum alkohol (lagipula anggur
merah bisa mengurangi risiko penyakit jantung), jangan berlebihan atau
sampai mabuk. Masukkan olahraga rutin seperti renang atau mengembangkan
otot di gym dalam agenda Anda. Tingkatkan emotional intelligence.
Seimbangkan jiwa. Kalau perlu, sewa seorang psikolog untuk menumpahkan
unek-unek Anda (dan mendapatkan solusi dari masalah, sebagai bonus).
2. Minta Saran Dokter untuk Obat Minum dan Suntikan
Obat
minum bisa dikonsumsi bila Anda sudah terlanjur impoten. Tapi saran
terbaik tentu saja menurut pengawasan dan saran dokter. Ada tiga jenis
obat yang beredar di Indonesia dan berfungsi memperlebar saluran darah.
Sildenafil (Viagra), tadalafil (Cialis), dan vardenafil (Levitra).
Ketiga obat ini sama efektifnya, hanya saja Viagra lebih populer. Obat
ini tidak dikonsumsi setiap hari, melainkan hanya di saat Anda akan
berhubungan seks. Selain obat minum, suntikan langsung ke penis bisa
dilakukan yang akan mempertahankan ereksi selama tigapuluh hingga enam
puluh menit.
3. Bermain dengan Pompa Vakum
Penanggulanganyang lebih ‘ribet’ namun lebih ekonomis adalah dengan menggunakan
vacuum pump (pompa vakum) yang banyak beredar di toko-toko alat bantu
seks. Anda cukup memompa penis Anda di dalam tabung. Pompa ini membuat
aliran darah ke dalam penis semakin banyak sehingga ereksi bisa
didapat.
4. Operasi Pengalihan Pembuluh Darah dan Implantasi Protese-Silikon
Cara terakhir mengatasi masalah impotensi ini adalah dengan operasi. Ada dua
kemungkinan yang bisa dilakukan. Pertama dengan mengubah aliran
pembuluh darah sebagaimana dilakukan dalam operasi jantung koroner.
Kedua, dengan menyisipkan protese (alat penyangga) dan silikon ke dalam
penis. Penyisipan protese dan silikon ini tidak akan membuat penis Anda
ereksi, hanya saja ia menjadi lebih kokoh sehingga mampu melakukan
penetrasi.
PENGOBATAN
Impotensi biasanya bisa diobati tanpa pembedahan.
Jenis pengobatan tergantung kepada penyebabnya.

Latihan khusus dilakukan oleh penderita impotensi akibat masalah psikis, yaitu yang disebut Teknik pemusatan sensasi 3 tahap.
Teknik ini mendorong hubungan intim dan kehangatan emosional, yang lebih menitikberatkan kepada membangun sebuah hubungan:

1. Tahap I : bercumbu, pasangan berkonsentrasi untuk menyenangkan satu sama lain tanpa menyentuh daerah kemaluan.
2. Tahap II : pasangan mulai menyentuh daerah kemaluan atau daerah erotis lainnya, tetapi belum melakukan hubungan badan.
3. Tahap III : melakukan hubungan badan.

Masing-masing mencapai kenyamanan pada setiap tahap keintiman sebelum berlanjut ke tahap selanjutnya.
Jika teknik tersebut tidak berhasil, mungkin penderita perlu menjalani psikoterapi atau terapi perilaku seksual.
Jika penderita mengalami depresi, bisa diberikan obat anti depresi.

Sildenafil adalah obat yang bisa meningkatkanaliran darah ke penis.
Obat ini diminum 30-60 menit sebelum melakukan hubungan seksual, hanya efektif jika disertai dengan gairah seksual.
Tidak boleh diminum bersamaan dengan nitrat karena bisa menimbulkan efek samping yang serius.

Jika impotensi atau hilangnya gairah seksual terjadi akibat kadar testosteron yang rendah, penderita sebaiknya menjalani terapi sulih hormon.
Testosteron disuntikkan setiap minggu atau diberikan dalam bentuk plester.
Efek sampingnya adalah pembesaran prostat dan kelebihan sel darah merah yang bisa menyebabkan stroke.

Alat pengikat atau penghisap seringkali digunakan untuk mencapai dan mempertahankan ereksi, tetapi alat ini tidak boleh digunakan oleh penderita gangguan perdarahan atau penderita yang mengkonsumsi obat antikoagulan.
Alat pengikat (berupa tali atau cincin yang terbuat dari logam, karet atau kulit) dipasang di dasar penis untuk memperlambat aliran darah dari penis.
Alat penghisap (berupa kotak berongga dan pompa) dipasang pada penis. Tekanan hampa udara membantu pengaliran darah ke dalam arteri penis. Ketika penis ereksi, sebuah alat pengikat dipasang untuk mencegah pengaliran darah dari vena. Kombinasi kedua alat tersebut bisa mempertahankan ereksi selama 30 menit.
Kadang alat pengikat menyebabkan masalah ketika ejakulasi, terutama jika diikat terlalu ketat. Demi kemanan, sebaiknya setelah 30 menit alat tersebut dilepaskan.
Jika terlalu sering digunakan, alat penghisap bisa menimbulkan memar.

Impotensi juga bisa diobati dengan suntikan obat khusus yang dilakukan sendiri oleh penderita.
Obat ini disuntikkan langsung ke dalam jaringan erektil pada penis (korpus kavernosa. Ereksi terjadi dalam waktu 5-10 menit setelah obat disuntikkan dan bisa bertahan selama 60 menit.
Efek sampingnya adalah memar dan sakit. Selain itu, penyuntikkan juga bisa menyebabkan priapisme (ereksi yang menetap dan nyeri).

Jika impotensi tidak memberikan respon terhadap berbagai pengobatan di atas, bisa dilakukan pencangkokan penis atau digunakan prostese (penis buatan).
Salah satu alat yang dicangkokkan berupa batang kekar yang dimasukkan ke dalam penis untuk menimbulkan ereksi yang menetap. Alat lainnya berupa balon yang dimasukkan ke dalam penis dan ditiup sebelum penderita melakukan hubungan seksual.


9. Penyakit Sifilis


Definisi


Sifilis merupakan penyakit seksual menular yang dapat ditularkan melalui hubungan kelamin atau kontak langsung. Gejala Sifilis beragam berdasarkan stadiumnya. Sifilis dapat menyebabkan efek serius seperti kerusakan sistem saraf, jantung, atau otak. Jika tak terawat dapat berakibat fatal. Sayangnya masih banyak yang menganggap gejala penyakit yang juga disebut “Raja Singa” ini memalukan sehingga penderitanya bingung berobat.


Penyebab


Sifilis disebabkan oleh bakteri spiroseta, Treponema pallidum. Penyakit ini bisa menular melalui hubungan seksual, baik vaginal, rektum, anal, maupun oral. Gejala Sifilis tidak menular melalui peralatan makan, tempat dudukan toilet, knop pintu, kolam renang, dan tukar-menukar pakaian. Karena itu jangan mengucilkan penderita Sifilis.


Gejala


Infeksi penyakit Sifilis oleh bakteri Treponema pallidum tersebut berkembang melalui 4 tahap, yaitu :


a. Fase Primer, dimana Terbentuk luka atau ulkus yang tidak nyeri (cangker) pada tempat yang terinfeksi; yang tersering adalah pada penis, vulva atau vagina. Cangker juga bisa ditemukan di anus, rektum, bibir, lidah, tenggorokan, leher rahim, jari-jari tangan atau bagian tubuh lainnya. Biasanya penderita hanya memiliki1 ulkus, tetapi kadang-kadang terbentuk beberapa ulkus.


b. Fase sekunder, yaitu terdapatnya ruam kulit, yang muncul dalam waktu 6-12 minggu setelah terinfeksi. Ruam ini bisa berlangsung hanya sebentar atau selama beberapa bulan. Meskipun tidak diobati, ruam ini akan menghilang. Tetapi beberapa minggu atau bulan kemudian akan muncul ruam yang baru.


c. Fase Laten dimana tidak nampak gejala sama sekali. Fase ini bisa berlangsung bertahun-tahun atau berpuluh-puluh tahun atau bahkan sepanjang hidup penderita. Pada awal fase laten kadang luka yang infeksius kembali muncul.


d. Fase Tersier dimana penderita tidak lagi menularkan penyakitnya. Gejala bervariasi mulai ringan sampai sangat parah


Pengobatan


Pengobatan yang dapat anda ambil untuk mengobati serta untuk menyembuhkan Penyakit Sifilis yang anda derita adalah dengan mengkonsumsi Obat Tradisional Sifilis XAMthone Plus, karena XAMthone Plus ini sudah terbukti dapat mengobati serta dapat menyembuhkan Penyakit Sifiis yang sangat mengganggu kesehatan tubuh. Bukan hanya tu saja, Obat Tradisional XAMtjone Plus ini juga dapat dikonsumsi setiap hari untuk menjaga daya tahan tubuh sehingga dapat terhindar dari berbagai macam jenis penyakit yang pastinya tidak mau anda alami saat ini.


Penelitian terkini yang membuktikan bahwa manggis mengandung antioksidan yang sangat kuat yaitu xanthone, melebihi beberapa kali lipat dari kekuatan vitamin c dan E .Journal of pharmacology, mempublikasikan bahwa obat herbal penyakit kanker xamthone plus memiliki efek anti kanker seperti kanker payudara,kanker darah (leukeumia) dan kanker paru-paru. Selain itu juga xanthone memiliki banyak manfaat kesehatan terutama kesehatan kardiovaskuler seperti mengatasi sakit jantung, aterosklerosis, hipertensi dan trombosit.


XAMthone juga memperlebar pembuluh darah dan memeperlancar peredaran darah. manggis juga kaya akan mineral kalium yang membantu metabolisme energi. Khasiat XANTHONE bukan sekedar antikanker tapi antioksidan seperti hasil riset Moongkarndi. Peneliti Fakultas Farmasi Universitas Mahidol itu menguji XANTHONE dalam riset praklinis dengan SKBR3 alias kultur sel kanker serviks/ kanker mulut rahim manusia. Hasilnya? Ekstrak kulit manggis bersifat antiproliferasi yang kuat untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu ekstrak itu juga bersifat apoptosis atau mendukung penghancuran sel kanker sehingga sangat cocok sekali untuk mengobati serta untuk menyembuhkan Penyakit Sifilis.

10. Kanker Serviks

Definisi

Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah kanker yang terdapat pada organ reproduksi wanita ( servik uterus ) yang merupakan pintu masuk ke daerah rahim dengan liang vagina. Bagian ini merupakan daerah vital organ reproduksi wanita.

Penyebab

Human Papilloma Virus (HPV) adalah virus yang menyebabkan terjadinya kanker serviks. Virus ini menyebar melalui kontak sexual, HPV dapat menyerang semua perempuan disetiap waktu tanpa melihat umur ataupun gaya hidup. Banyak wanita yang dengan daya tahan tubuh yang baik mampu melawan infeksi HPV dengan sendirinya. Namun demikian, terkadang virus ini berujung pada terjadinya penyakit kanker.


Gejala


Perkembangan penyakit kanker serviks ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang abnormal. Perubahan sel-sel tersebut biasanya memakan waktu sampai bertahun-tahun sebelum sel-sel tadi berubah menjadi sel-sel kanker. Sel-sel yang abnormal tersebut dapat dideteksi kehadirannya dengan test Pap Smear. Pap smear adalah suatu test yang telah dipakai bertahun-tahun untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang terjadi pada sel-sel serviks. Pap Smear juga bisa diteruskan dengan vaksinasi HPV.


Penyakit kanker serviks gejala awalnya adalah perdarahan vagina setelah aktivitas seksual atau diantara masa menstruasi. Selain ada juga kemungkinan gejala lain seperti hilangnya nafsu makan dan berat badan, nyeri tulang panggul dan tulang belakang, pembengkakan pada area kaki, dan akan bertambah gejalanya jika telah semakin parah.

Pengobatan

Bagi Anda yang terdiagnosa mengalami perubahan abnormal sel sejak dini, maka dapat dilakukan beberapa hal seperti ;

Pemanasan, diathermy atau dengan sinar laser.

Cone biopsi, yaitu dengan cara mengambil sedikit dari sel-sel leher rahim, termasuk sel yang mengalami perubahan. Tindakan ini memungkinkan pemeriksaan yang lebih teliti untuk memastikan adanya sel-sel yang mengalami perubahan. Pemeriksaan ini dapat dilakukan oleh ahli kandungan.


Jika perjalanan penyakit telah sampai pada tahap pre-kanker dan kanker leher rahim telah dapat diidentifikasi, Maka ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk penyembuhannya, antara lain ;


Operasi, yaitu dengan mengambil daerah yang terserang kanker, biasanya uterus beserta leher rahimnya.


Radioterapi yaitu dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal.

Pencegahan

Ini merupakan berita yang sangat menarik, bahwa penyakit kanker leher rahim (kanker serviks) dapat dicegah. Yaitu dengan cara vaksinasi yang diberikan pada remaja putri dan perempuan dewasa.

Vaksin ini diresmikan hak ciptanya pada tahun 2006, pengembangnya adalah sebuah perusahaan obat terbesar dunia yang berada di Amerika Serikat (Merck & Co., Inc.). Vaksin ini diberi nama "Gardasil". Vaksin tersebut, menurut WHO, juga efektif mencegah infeksi HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan hampir 90% dari semua jenis kanker leher rahim.

Pengenalan vaksin pencegah kanker serviks dan upaya untuk mendekatkan akses vaksin bagi masyarakat di diseluruh wilayah Indonesia diharapkan dapat menurunkan prevalensi kanker leher rahim serta meminimalkan fatalitas akibat serangan kanker tersebut.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SISTEM REPRODUKSI SMP "

Posting Komentar