MENSTRUASI - PREGNANSI

Advertisement


Advertisement

Menstruasi atau haid atau datang bulan adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi baik FSH-Estrogen atau LH-Progesteron.
  • Periode ini penting dalam hal reproduksi. 
  • Pada manusia, hal ini biasanya terjadi setiap bulan antara usia remaja sampai menopause. 
  • Selain manusia, periode ini hanya terjadi pada primata-primata besar, sementara binatang-binatang menyusui lainnya mengalami siklus estrus.
  • Pada wanita siklus menstruasi rata-rata terjadi sekitar 28 hari, walaupun hal ini berlaku umum, tetapi tidak semua wanita memiliki siklus menstruasi yang sama, kadang-kadang siklus terjadi setiap 21 hari hingga 30 hari. 
  • Biasanya, menstruasi rata-rata terjadi 5 hari, kadang-kadang menstruasi juga dapat terjadi sekitar 2 hari sampai 7 hari. 
  • Umumnya darah yang hilang akibat menstruasi adalah 10mL hingga 80mL per hari tetapi biasanya dengan rata-rata 35mL per harinya.
  • Biasanya pada saat menstruasi wanita memakai pembalut untuk menampung darah yang keluar saat beraktivitas terutama saat tidur agar bokong dan celana tidak basah dan tetap nyaman. 
  • Pembalut harus diganti minimal dua kali sehari untuk mencegah agar tidak terjadi infeksi pada vagina atau gangguan-gangguan lainnya. 
  • Gunakanlah pembalut yang anti-bakteri dan mempunyai siklus udara yang lancar.

mens
  • Siklus menstruasi terjadi pada manusia dan primata bangsa kera.
  • Sedang pada mamalia lain terjadi siklus estrus.
  • Bedanya, pada siklus menstruasi, jika tidak terjadi pembuahan maka lapisan endometrium pada uterus akan luruh keluar tubuh, sedangkan pada siklus estrus, jika tidak terjadi pembuahan, endomentrium akan direabsorbsi oleh tubuh.
  • Umumnya siklus menstruasi terjadi secara periodik setiap 28 hari (ada pula setiap dengan darah yang keluar rata-rata 35mL per harinya. 

  • Pada hari 1 sampai hari ke-14 terjadi pertumbuhan dan perkembangan folikel primer yang dirangsang oleh hormon FSH.
  • Pada seat tersebut sel oosit primer akan membelah dan menghasilkan ovum yang haploid.
  • Saat folikel berkembang menjadi folikel Graaf yang masak, folikel ini juga menghasilkan hormon estrogen yang merangsang keluarnya LH dari hipofisis.
  • Estrogen yang keluar berfungsi merangsang perbaikan dinding uterus yaitu endometrium yang habis terkelupas waktu menstruasi
  • Selain itu estrogen menghambat pembentukan FSH dan memerintahkan hipofisis menghasilkan LH yang berfungsi merangsang folikel Graaf yang masak untuk mengadakan ovulasi yang terjadi pada hari ke-14, waktu di sekitar terjadinya ovulasi disebut fase estrus.
  • Selain itu, LH merangsang folikel yang telah kosong untuk berubah menjadi badan kuning (Corpus Luteum). Badan kuning menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi mempertebal lapisan endometrium yang kaya dengan pembuluh darah untuk mempersiapkan datangnya embrio.
  • Periode ini disebut fase luteal, selain itu progesteron juga berfungsi menghambat pembentukan FSH dan LH, akibatnya korpus luteum mengecil dan menghilang,
  • Pembentukan progesteron berhenti sehingga pemberian nutrisi kepada endometriam terhenti, endometrium menjadi mengering dan selanjutnya akan terkelupas dan terjadilah perdarahan (menstruasi) pada hari ke-28.
  • Fase ini disebut fase perdarahan atau fase menstruasi. Oleh karena tidak ada progesteron, maka FSH mulai terbentuk lagi dan terjadilan proses oogenesis kembali.

fetus
  • Peristiwa fertilisasi terjadi di saat spermatozoa membuahi ovum di tuba fallopii,
  • Fertilisasi terjadi disini karena ovum dalam kondisi mature , selanjutnya hasil pembuahan itu terbentuklah zygot,
  • Zygot membelah secara mitosis menjadi dua, empat, delapan, enam belas dan seterusnya.
  • Pada saat 32 sel disebut morula, di dalam stadium morula ini sel terus membelah dan terjadi penekanan pada bagian penyusun selnya tervbentuklah rongga , yang kemudian rongga itu disebut blastosoel
  • Blastocoel yang berisi cairan yang dikeluarkan oleh tuba fallopii, bentuk ini kemudian disebut blastosit yang merupakan penanda tahap stadium blastula .
  • Lapisan terluar blastosit disebut trofoblas merupakan dinding blastosit yang berfungsi untuk menyerap makanan dan merupakan calon tembuni atau ari-ari (plasenta)
  • Sedangkan masa di dalamnya disebut simpul embrio (embrionik knot) merupakan calon janin.
  • Blastosit ini terus bergerak menuju uterus untuk mengadakan implantasi (perlekatan dengan dinding uterus). sehingga proses pembelahan sel penyusun embryo bisa dipenuhi keberlangsungannya OK

  • Pada hari ke-4 atau ke-5 sesudah ovulasi, blastosit sampai di rongga uterus,
  • Hormon progesteron menjadi aktif dan semakin banyak di sekresi sehingga merangsang pertumbuhan uterus, dindingnya tebal, lunak, banyak mengandung pembuluh darah, serta mengeluarkan sekret seperti air susu (uterin milk) sebagai makanan embrio
  • Enam hari setelah fertilisasi, trofoblas menempel pada dinding uterus (melakukan implantasi) dan melepaskan hormon korionik gonadotropin.
  • Hormon ini melindungi kehamilan dengan cara menstrimulasi produksi hormon estrogen dan progesteron sehingga mencegah terjadinya menstruasi.
  • Trofoblas kemudian menebal beberapa lapis, permukaannya berjonjot dengan tujuan memperluas daerah penyerapan makanan.
  • Embrio telah kuat menempel setelah hari ke-12 dari fertilisasi.
Proses tahapan setelah itu
1. Pembuatan Lapisan Lembaga

  • Setelah hari ke-12, tampak dua lapisan jaringan di sebelah luar disebut ektoderm, di sebelah dalam endoderm. Endoderm tumbuh ke dalam blastosoel membentuk bulatan penuh. Dengan demikian terbentuklah usus primitif dan kemudian terbentuk Pula kantung kuning telur (Yolk Sac) yang membungkus kuning telur.
  • Pada manusia, kantung ini tidak berguna, maka tidak berkembang, tetapi kantung ini sangat berguna pada hewan ovipar (bertelur), karena kantung ini berisi persediaan makanan bagi embrio.
  • Di antara lapisan ektoderm dan endoderm terbentuk lapisan mesoderm.
  • Ketiga lapisan tersebut merupakan lapisan lembaga (Germ Layer).
  • Semua bagian tubuh manusia akan dibentuk oleh ketiga lapisan tersebut.
  • Ektoderm akan membentuk epidermis kulit dan sistem saraf, endoderm membentuk saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan, mesoderm membentuk antara lain rangka, otot, sistem peredaran darah, sistem ekskresi dan sistem reproduksi.
2. Membran (Lapisan Embrio)

Terdapat 4 macam membran embrio, yaitu :
  1. Kantung Kuning Telur (Yolk Sac)
  2. Amnion
  3. Alantois
  4. Korion
Kantung Kuning Telur (Yolk Sac)
  • Kantung kuning telur merupakan pelebaran endodermis berisi persediaan makanan bagi hewan ovipar
  • Yolk Sac terletak di antara amnion dan plasenta, merupakan tempat pembentukan sel-sel darah dan pembuluh-pembuluh darah yang pertama.
  • Selaput-selaput tersebut berfungsi untuk melindungi embrio terhadap kekeringan dan goncangan-goncangan.
  • Membantu proses pernapasan, ekskresi dan fungsi-fungsi penting lainnya selama kehidupannya didalam rahim.
  • Yolk Sac pada manusia hanya terdapat sedikit dan tidak berguna.
Amnion

  • Merupakan selaput yang membatasi ruangan amnion di mana terdapat embrio.
  • Dinding amnion menghasilkan cairan berupa air ketuban yang berguna untuk menjaga agar embrio tetap basah dan tahan goncangan.
Alantois
  • Terletak di dalam tali pusat.
  • Jaringan epitelnya menghilang dan yang menetap adalah pembuluh-pembuluh darahnya yang berfungsi untuk menghubungkan sirkulasi embrio dengan plasenta.
  • Alantois berfungsi sebagai organ respirasi dan pembuangan sisa metabolisme.
  • Pada mammalia dan manusia, alantois merupakan kantung kecil dan masuk ke dalam jaringan tangkai badan, yaitu bagian yang akan berkembang menjadi tall pusat.
  • Plasenta dengan embrio dihubungkan oleh tali pusat.
  • Di dalamnya terdapat 2 buah pembuluh nadi dan sebuah pembuluh balik yang berhubungan dengan pembuluh-pembuluh darah di dalam plasenta.
  • Zat makanan dan oksigen dari pembuluh darah induknya melalui plasenta ke tali pusat dan selanjutnya ke pembuluh darah embrio.
  • Sedang zat sisa metabolisma dan CO2 dari pembuluh darah embrio, ke tali pusat, terus ke plasenta, dan akhirnya dialirkan ke pembuluh darah ibu.
  • Bila pertumbuhan dan perkembangan janin telah sempurna, janin akan keluar melalui vagina.
  • Selubung janin akan pecah, diikuti keluarnya plasenta.
Korion
  • Korion adalah dinding berjonjot yang terdiri dari mesoderm dan trofoblas.
  • Jonjot korion menghilang pada hari ke-28, kecuali pada bagian tangkai badan, pada tangkai badan jonjot trofoblas masuk ke dalam daerah dinding uterus membentuk ari-ari (plasenta).
  • Merupakan selaput yang terdapat di sebelah luar amnion.
  • Korion dan alantois akan tumbuh keluar membentuk jonjot dan berhubungan dengan dinding rahim.
  • Jonjot-jonjot korion menempel pada dinding rahim.
  • Di dalamnya terdapat pembuluh-pembuluh darah yang berhubungan dengan peredaran darah ibu dengan perantaraan plasenta.
  • Setelah semua membran dan plasenta terbentuk maka embrio disebut janin/fetus.

3. Plasenta atau Ari-Ari
  • Plasenta atau ari-ari berbentuk seperti cakram dengn garis tengah 20 cm, dan tebal 2,5 cm.
  • Ukuran ini dicapai pada waktu bayi akan lahir tetapi pada waktu hari 28 setelah fertilisasi, plasenta berukuran kurang dari 1 mm.
  • Plasenta berperan dalam pertukaran gas, makanan dan zat sisa antara ibu dan fetus.
  • Pada sistem hubungan plasenta, darah ibu tidak pernah berhubungan dengan darah janin,
  • Meskipun begitu virus dan bakteri dapat melalui penghalang (barier) berupa jaringan ikat dan masuk ke dalam darah janin.
  • Catatan : Makin tua kandungan, jumlah estrogen di dalam darah makin banyak, progesteron makin sedikit.
  • Hal ini berhubungan dengan sifat estrogen yang merangsang uterus untuk berkontraksi, sedangkan progesteron mencegah kontraksi uterus.
  • Hormon oksitosin yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis jugs berperan dalam merangsang kontraksi uterus menjelang persalinan.
  • Progesteron dan estrogen juga merangsang pertumbuhan kelenjar air susu, tetapi setelah kelahiran hormon prolaktin yang dihasilkan kelenjar hipoftsislah yang merangsang produksi air susu


Deteksi kehamilan 

  • Pada manusia dikelan adanya Human Corionix Gonadotropin (HCG) yang diproduksi sewaktu usia kehamilan dini (antara 35 sampai 80 hari setelah konsepsi).  Kenyataan ini mengandung arti bahwa uji kehamilan itu dapat mendeteksi kehamilan walaupun secara klinis tanda tanda kehamilan belum teramati.

Ada dua macamuji kehamilan yang digunakan pada percobaan ini.
  1. Uji kehamilan Gravindex
  2. Uji Kehamilan Galli Mainini
Uji kehamilan Gravindex.
  • Uji ini berdasarkan pada reaksi antigen HCG dengan antibody terhadapHCG. 
  • Kondisi reaksi dibuat sedemikian rupa agar hasil reaksi bernilai positif atau negative berdasarkan terdapat tidaknya prinsipitasi sebagai hasil reaksi antigen-antibodi itu. 
  • Uji ini menggunakan alat tes kehamilan yang dapat diperoleh di apotik.
Uji Kehamilan Galli Mainini.
  • Uji ini berdasarkan padakenyataan pada umumnya wanita yang usia kehamilannya masih dini, bila air seninya ditaruh pada kloaka katak jantan dapat mengekskresikan spermatozoa. 
  • Uji memilki reabilitascukup tinggi, namun mekanisme terjadinya ekskresi spermatozoa itu belum jelas diketahui. 
  • Anggapan umumnya adalah ekskresi tersebut disebabkan oleh hormone HCG.

beda hamil dan cacingan



NOTE
HAMIL ANGGUR

  • Dalam kedokteran sebenarnya tidak mengenal istilah Hamil Anggur. 
  • Kedokteran menyebut kehamilan abnormal berupa tumor jinak yang terjadi akibat kegagalan pembentukan janin, "bakal janin" ini dengan istilah Mola hidatidosa. 
  • Bentuknya memang mirip gerombolan buah anggur, sehingga orang menyebutnya hamil anggur.

  • Tumor jinak mirip anggur tersebut asalnya dari trofoblas, yakni sel bagian tepi ovum atau sel telur, yang telah dibuahi, yang nantinya melekat di dinding rahim dan menjadi plasenta (tembuni) serta membran yang memberi makan hasil pembuahan.
Hamil anggur atau Mola hidatidosa dapat terjadi karena: 
  1. Tidak ada buah kehamilan (agenesis) atau ada perubahan (degenerasi) sistem aliran darah terhadap buah kehamilan, pada usia kehamilan minggu ketiga sampai minggu keempat, 
  2. Aliran (sirkulasi) darah yang terus berlangsung tanpa bakal janin, akibatnya terjadi peningkatan produksi cairan sel trofoblas (bagian tepi sel telur yang telah dibuahi), 
  3. Kelainan substansi kromosom (kromatin) seks.

Penyebab hamil anggur belum diketahui secara pasti.
  • Tetapi diduga pencetusnya antara lain kekurangan gizi dan gangguan peredaran darah rahim.

Gejala

  • Gejala dari penyakit ini dintunjukan sebagaimana orang hamil normal, tanda awal persis kehamilan biasa, misalnya terlambat haid, keluhan mual, muntah. 
  • Hanya saja keluhan tersebut lebih hebat. 
  • Jika diperiksa tes kehamilan, hasilnya positif juga. 
  • Selain gejala umum di atas, tanda-tanda lain diantaranya: tidak ada tanda-tanda gerakan janin, rahim nampak lebih besar dari umur kehamilan, misalnya terlambat 2 bulan, rahim nampak seperti hamil 4 bulan, keluar gelembung cairan mirip buah anggur bersamaan dengan perdarahan.

Vitamin A Cegah Hamil Anggur
  • Salah satu yang di duga kuat sebagai penyebab hamil anggur adalah kekurangan vitamin A. 
  • Bahwa kadar vitamin A dalam darah penderita hamil anggur lebih rendah daripada perempuan dengan hamil normal. 
  • Penelitian itu juga memperlihatkan bahwa risiko seorang perempuan hamil menderita hamil anggur adalah 6,8 kali lebih besar jika kadar vi tamin A dalam darahnya kurang. 
  • Risiko itu pun dapat meningkat tujuh kali lip at jika kehamilan tersebut merupakan kehamilan yang pertama
  • "Kadar vitamin A dalam darah yang rendah telah berlangsung lama dan telah terjadi sebelum kehamilan.
  • Fakta ini terlihat dari 73,13% penderita harnil anggur yang deposit vitaminA-nya di bawah normal. 
  • Keadaan deposit di hati ini juga dimani festasikan dengan adanya gangguan fungsi hati,
  • Pemberian vitamin A pada biakan sel-sel hamil anggur terbukti dapat meningkatkan kematian sel hamil anggur. 
  • Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa vitamin A dapat mematikan sel-sel hamil anggur sehingga dapat merangsang pemulihan pada penderita hamil anggur. 
  • Penelitian selanjutnya membukti kan bahwa vitamin A dapat mencegah terjadinya kanker yang disebabkan sel hamil anggur yang tumbuh berlebihan.
  • "Kanker adalah salah satu komplikasi hamil anggur selain perdarahan dan infeksi. 
  • Pemberian vitamin A pascahamil anggur akan memulihkan kadar vitamin A yang kurang, dan pulihnya kadar vitamin A akan menyebabkan penderita hamil anggur terhindar dari kanke
  • Bahwa vitamin A sangat penting peranannya dalam menanggulangi hamil anggur.

  • Pemenuhan gizi, khususnya vitamin A, akan menghindari ibu yang akan hamil dari kekurangan vitamin A. 
  • Terhindamya calon ibu dari kekurangan vitamin A akan membantu untuk menghindari kemungkinan menderita hamil anggur.
  • Di Indonesia, peristiwa hamil anggur berkisar 1 dari 40-400 kehamilan. 
  • Umumnya, tidak ada per tumbuhan janin dalam keadaan hamil anggur.

Pengobatan

  • Jika penderita ingin punya anak lagi maka bisa dilakukan pembersihan rahim. Jika tidak, maka penanganan medisnya dengan mengangkat rahim.

TANDA TANDA METENG


Apa saja yang dialami seorang wanita saat hamil atau menjelang akan hamil.?

  • Untuk mengatakan seorang wanita itu hamil, maka perlu dilakukan kajian terlebih dahulu terhadap data subyektif dan obyektif yang ditemukan pada wanita tersebut. 
  • Data subyektif artinya segala sesuatu yng dirasakan atau dialami oleh wanita yang sedang hamil atau sering dsebut dengan gejala kehamilan sedangkan data obyektif adalah segala
  • Hal yang bisa diamati oleh orang lain pada diri seorang wanita yang sedang hamil atau sering diistilahkan dengan tanda kehamilan. 
  • Tanda kehamilan sendiri dibagi lagi menjadi tanda kehamilan tidak pasti dan tanda kehamilan pasti.


Gejala Kehamilan Tidak Pasti :


  • Tidak haid adalah gejala pertama yang dirasakan oleh seorang wanita yang menyadari kalau dirinya sedang hamil. 
  • Penting untuk dicatat tanggal hari pertama haid terakhir guna menentukan usia kehamilan dan memperkirakan tanggal kelahiran. 
  • Rumus sederhana menentukan tanggal kelahiran yaitu tanggal ditambah 7 sedangkan bulan dikurangi 3, dihitung dari tanggal pertama haid terakhir.

  • Mual dengan diikuti muntah ataupun tidak sering terjadi pada bulan bulan pertama kehamilan. 
  • Mengidam atau menginginkan sesuatu baik itu makanan, minuman atau hal hal yang lain.
  • Gangguan buang air besar karena pengaruh hormonal.
  • Sering kencing terutama bila kehamilan sudah besar.
  • Kadang kadang wanita hamil bisa pingsan di keramaian terutama pada bulan bulan awal kehamilan.
  • Tidak ada nafsu makan, mungkin ada hubungannya dengan mual mual di atas.

Tanda Kehamilan Tidak Pasti :

  • Perubahan warna kulit menjadi lebih gelap dari sebelumnya yang kira kira terjadi diatas minggu ke 12 kehamilan.
  • Keputihan atau keluarnya cairan berlebihan dari vagina karena pengaruh hormonal.
  • Gusi bengkak terutama pada bulan bulan pertama kehamilan.
  • Perubahan payudara menjadi lebih tegang dan membesar.
  • Pembesaran perut terutama tampak jelas setelah kehamilan 14 minggu.
  • Tes kehamilan memberikan hasil positif.


Tanda Pasti Hamil


  • Pada perabaan di bagian perut dirasakan adanya janin serta gerak janin.
  • Bila didengarkan menggunakan alat Doppler maka akan terdengar detak jantung janin.
  • Pada pemeriksaan USG dilihat gambaran janin.
  • Pada pemeriksaan rontgen terlihat gambaran rangka janin.

Mengapa disebut gejala atau tanda kehamilan tidak pasti, hal tersebut karena pada wanita yang mempunyai gejala atau tanda tanda kehamilan tidak pasti diatas masih ada kemungkinan mengalami kelainan lain yang memberikan gejala atau tanda yang sama. Misalnya pada wanita dengan pseudosiesis (wanita yang sangat menginginkan hamil) maka gejala gejala hamil diatas juga akan ia rasakan, walau sebenarnya wanita tersebut tidak hamil.




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MENSTRUASI - PREGNANSI"

Posting Komentar